Pintu rol menuntut perawatan yang fokus pada kebersihan rel, pelumasan komponen, dan pengecekan motor (jika elektrik)

Pintu rol menuntut perawatan yang fokus pada kebersihan rel, pelumasan komponen, dan pengecekan motor (jika elektrik).


Pintu menjadi elemen penting dalam sebuah bangunan karena berfungsi sebagai akses keluar masuk sekaligus sistem keamanan. Dua jenis pintu yang sering digunakan di area komersial maupun residensial adalah pintu rol (rolling door) dan pintu sorong otomatis. Keduanya memiliki sistem kerja yang berbeda, sehingga perawatannya pun tidak sama. Pemilik bangunan perlu memahami perbedaan ini agar dapat menjaga performa pintu tetap optimal dan memperpanjang usia pakainya.

Perawatan Pintu Rol

Pintu rol bekerja dengan sistem gulung yang mengandalkan slat (lembaran daun pintu), poros, dan pegas. Pada tipe elektrik, pintu rol juga menggunakan motor penggerak.

Pemilik bangunan harus rutin membersihkan rel dari debu dan kotoran agar pintu tidak seret saat dibuka atau ditutup. Debu yang menumpuk sering menyebabkan gesekan berlebih dan mempercepat keausan komponen. Selain itu, teknisi perlu melumasi poros, pegas, dan bagian penggerak secara berkala untuk menjaga kelancaran sistem gulung.

Pada pintu rol elektrik, pemilik harus memeriksa motor dan panel kontrol secara rutin. Teknisi biasanya mengecek kabel, saklar, serta sistem penggerak untuk memastikan semuanya berfungsi normal. Jika slat terlihat penyok atau tidak sejajar, pengguna sebaiknya segera memperbaikinya agar tidak merusak rel.

Secara umum, perawatan pintu rol cenderung lebih sederhana karena sistemnya lebih banyak mengandalkan komponen mekanik.

Perawatan Pintu Sorong Otomatis

Pintu sorong otomatis menggunakan sistem rel horizontal yang digerakkan motor dan dikontrol oleh sensor. Jenis pintu ini sering ditemukan di pusat perbelanjaan, rumah sakit, hotel, dan gedung perkantoran.

Pengelola gedung harus rutin membersihkan sensor gerak agar tetap responsif. Debu atau kotoran pada sensor dapat mengganggu kinerja pintu dan menyebabkan pintu membuka atau menutup tidak normal. Selain itu, teknisi perlu memeriksa rel atas dan bawah untuk memastikan tidak ada hambatan yang mengganggu pergerakan daun pintu.

 

Teknisi juga harus mengecek timing belt, roller, dan sistem kontrol elektronik. Jika belt mengendur atau aus, pintu bisa bergerak tidak stabil. Sistem kontrol dan modul elektronik pun perlu dikalibrasi secara berkala agar pintu tetap bekerja sesuai pengaturan awal.

Karena melibatkan komponen elektronik dan sensor, perawatan pintu sorong otomatis memerlukan teknisi yang memiliki keahlian khusus di bidang sistem otomatisasi.

Perbandingan Perawatan

Pintu rol menuntut perawatan yang fokus pada kebersihan rel, pelumasan komponen, dan pengecekan motor (jika elektrik). Proses ini relatif mudah dan biaya perawatannya cenderung lebih terjangkau.

Sebaliknya, pintu sorong otomatis membutuhkan perhatian lebih pada sensor, sistem kontrol, serta komponen elektronik. Perawatan jenis ini biasanya memerlukan biaya lebih tinggi karena membutuhkan teknisi spesialis dan proses kalibrasi.

Kesimpulan

Pemilik bangunan harus menyesuaikan jenis pintu dengan kebutuhan dan kemampuan perawatan. Jika menginginkan sistem yang sederhana dan biaya perawatan lebih rendah, pintu rol menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika mengutamakan kenyamanan, tampilan modern, dan akses otomatis, pintu sorong otomatis menawarkan solusi yang lebih praktis meskipun membutuhkan perawatan yang lebih kompleks.

Dengan melakukan perawatan secara rutin dan tepat, pemilik dapat menjaga kedua jenis pintu ini tetap awet, aman, dan berfungsi maksimal dalam jangka panjang.

Kualitas produk Raja Pintu Air sangat premium dan terjamin mutunya karena melewati proses uji Quality Control yang sangat ketat. Jadi, buat buat sobat logam yang masih bingung bagaimana cara untuk mendapatkannya silahkan hubungi :

CONTACT

Batur Baru, Tegalrejo, Ceper, Klaten 57465

Telp : (0272) 551 480 Phone : 0813 9300 6025

Email : [email protected]

Comments are disabled