Ir. Herman van Breen, insinyur utama Departemen Waterstaat Hindia Belanda, merancang Pintu Air Manggarai pada era kolonial Belanda.

Ir. Herman van Breen, insinyur utama Departemen Waterstaat Hindia Belanda, merancang Pintu Air Manggarai pada era kolonial Belanda.


Ir. Herman van Breen, insinyur utama Departemen Waterstaat Hindia Belanda, merancang Pintu Air Manggarai pada era kolonial Belanda sebagai respons cepat atas banjir besar Batavia tahun 1918. Departemen Waterstaat Hindia Belanda memulai pembangunan Pintu Air Manggarai pada 1919 dan menyelesaikannya pada 1922. Struktur ini mengatasi luapan Sungai Ciliwung yang sering mengancam pusat kota Batavia. Van Breen memimpin tim yang membangun sistem pengendali banjir inovatif untuk seluruh wilayah Jakarta kuno .

Pintu Air Manggarai terdiri dari dua bangunan pintu air, yaitu Pintu Air Ciliwung Lama dan Pintu Air Banjir Kanal Barat (BKB) yang dibangun oleh Departement Waterstaat dari tahun 1920 sampai tahun 1922 dan berfungsi sebagai bangunan pengendali aliran Sungai Ciliwung mengingat Jakarta sering terkena banjir pada waktu itu.

Perancang dan Latar Belakang

Banjir dahsyat tahun 1918 melumpuhkan pusat kota seperti Menteng, Tanah Abang, dan Weltevreden. Van Breen mengusulkan sistem Kanal Banjir Barat (BKB) sejak 1912 untuk mengalihkan air Ciliwung ke Muara Angke. Ia memimpin proyek yang menghubungkan Kali Krukut dengan Ciliwung guna meringankan beban banjir utara. Insinyur hidrologi Belanda ini mengintegrasikan prinsip-prinsip drainase modern yang terinspirasi dari pengalaman Eropa. Pemerintah kolonial menyetujui rencana tersebut setelah survei lapangan intensif selama berbulan-bulan .

Komponen dan Warisan

Proyek Pintu Air Manggarai terdiri dari Pintu Air Ciliwung Lama dan Pintu Air BKB yang saling melengkapi. Warga Batavia mengukir prasasti batu untuk mengucapkan terima kasih kepada van Breen karena ia membebaskan kota dari banjir permanen. Struktur besi dan beton ini menjadi pintu air pertama di Indonesia dengan biaya sekitar 500 gulden, dan ia bertahan sebagai saksi bisu banjir 1930, 1976, hingga 2019. Komponen mekanisnya, termasuk gearbox dan katrol manual, memungkinkan operator mengendalikan debit air hingga ribuan meter kubik per detik. Sistem ini menjadi model bagi pintu air irigasi di Jawa Tengah dan wilayah lain .

Status Terkini

Penjaga pintu air mengoperasikannya secara manual meskipun teknisi Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Jakarta kini melengkapinya dengan CCTV dan sensor debit. Status Bangunan Cagar Budaya memperkuat nilai historis Pintu Air Manggarai sebagai fondasi pengendalian banjir Jakarta modern. Pemeliharaan rutin mencegah korosi pada bearing dan bushing, sehingga struktur abadi ini terus mendukung operasi banjir musiman. Di era digital, data real-time dari CCTV membantu petugas memutuskan kapan membuka atau menutup pintu dengan cepat .

Jadi, buat sobat logam yang ingin membeli bagian dari pintu air sobat logam bisa memesan di Raja Pintu. Produk kami sudah melewati uji lab sehingga menghasilkan produk yang kuat dan tahan lama. Tunggu apa lagi?

CONTACT

Batur Baru, Tegalrejo, Ceper, Klaten 57465

T : (0272) 551 480 P : 0813 9300 6025

E : marketing@rajapintuair.com  

Comments are disabled.